Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

15 Juli 2009

Santiago Bernabeu


REAL Madrid belum memiliki kebesaran di masa-masa awalnya. Statusnya dianggap setara dengan klub lain macam Barcelona atau Athletic Bilbao. Tapi, begitu memiliki striker bernama Santiago Bernabeu, klub ini makin diperhitungkan. Namanya pun langsung menjulang.

Mengawali karier dengan masuk tim Real Madrid junior pada usia 14 tahun, Bernabeu langsung menonjol. Dia memiliki teknik olah bola yang cukup langka. Bahkan terhitung luar biasa untuk ukuran sepak bola pada akhir abad 18. Pada waktu itu, sepak bola masih kaku. Gocekan tak terlalu dominan. Yang menonjol hanya teknik-teknik dasar seperti menendang, menyundul, dan mengontrol bola.

Santiago Bernabeu agak lain. Dia punya gocekan dan tipuan yang cukup bagus. Selain itu, tendangannya sangat akurat. Gerakan Bernabeu juga dianggap sangat lincah, sehingga dia sulit dikawal lawan.

Itu pula sebabnya, dia langsung diplot sebagai striker. Baru dua tahun lebih di tim junior, dia langsung ditarik ke tim senior pada tahun 1912. Permainannya langsung berpengaruh. Dia hampir selalu mencetak gol di setiap pertandingan. DI musim pertamanya (1912-13) dia sudah membawa Madrid juara kompetisi lokal di Centro.

Kelebihan lain, Bernabeu ternyata sangat karismatik. Dia juga pandai membaca permainan dan punya jiwa kepemimpinan yang tinggi. Tanpa ragu pelatih Madrid waktu itu, Carcel, langsung menunjuknya sebagai kapten tim. Penunjukkan itu pun tak melahirkan banyak protes, karena Bernabeu memang pantas mendapatkannya.

Seiring dengan kematangan Bernabeu, Madrid juga semakin jaya di kompetisi lokal. Sebagai catatan, waktu itu belum ada kompetisi nasional. Madrid masih bermain di kompetisi Centro. Meski begitu, nama Bernabeu sudah sangat populer.

Apalagi, dia sempat membawa Madrid melakukan hat-trick di Kompetisi Centro pada musim 1921-22, 1922-23, dan 1923-24. Prestasi yang sama terulang kembali pada musim 1921-22, 1922-23, dan 1923-24. Sebelum pensiun pada tahun 1927, dia sempat mempersembahkan gelar yang sama pada musim 1925-26 dan 1926-27.

Tak bisa dipungkiri, serangkaian sukses Madrid itu berkat peran sentral Santiago Bernabeu. Dia tak hanya mampu memimpin rekan-rekannya untuk membangun permainan yang hebat, tapi juga produktif mencetak gol.

Selama 15 tahun membela Madrid, dia sudah mencetak tak kurang dari 1.200 gol. Padahal, waktu itu jumlah kompetisi masih sangat minim. Satu kompetisi juga hanya terdiri dari tak lebih dari 20 pertandingan. Berarti, dia sering mencetak hat-trick dalam pertandingan.

Sayang, waktu itu belum ada Divisi Primera La Liga. Selain itu, dia pensiun di saat Piala Dunia atau kompetisi antarnegara lainnya belum ada. Sehingga, namanya waktu itu tak sempat mendunia. Meski begitu, dia dianggap bintang besar pertama bagi Madrid, yang kelak (sebagai presiden) mendatangkan banyak bintang.

DIGADANG JADI PENGACARA
Terjunnya Bernabeu di dunia sepak bola agak aneh. Dia lahir dan besar di keluarga terpandang. Ayahnya, Jose Bernabeu Ibanez adalah seorang pengacara yang berpraktik di Valencia. Sementara waktu itu, pemain sepak bola biasanya lahir dari kelas buruh.

Ayah Bernabeu sendiri juga tak menginginkan anaknya menjadi pemain sepak bola. Apalagi waktu itu profesi sepak bola belum mendapat penghargaan tinggi. Karena kecerdasannya, sang ayah mengharapkan Bernabeu juga menjadi pengacara seperti dirinya.

Hampir setiap hari Bernabeu Ibanez dan istrinya, Dona Antonia De Yeste Nunez mengarahkan Bernabeu untuk menjadi pengacara. Tapi nasihat kedua orang tuanya itu tak pernah dia gubris. Setiap harinya, Bernabeu justru menjadi anak liar yang aktivitasnya di jalanan.

Bukan menjadi preman jika aktivitasnya lebih banyak di jalan. Tapi, dia bergabung dengan anak-anak lain dari berbagai kelas untuk bermain sepak bola. Kebetulan, teman-temannya seangkatan di sekolahan Augustino juga banyak yang gemar bermain bola.

Bernabeu yakin benar akan pilihannya. Sepak bola adalah kecintaan yang tak bisa dia campakkan. Dia berani menolak keinginan orang tuanya demi sepak bola. Hanya, seusai pensiun dari bola dia akhirnya sekolah juga di jurusan hukum di Institute Cardinal Cisnero, Madrid. Dia punya sertifikat pengacara, tapi tak pernah dimanfaatkannya.

Karena mengawali permainan di jalanan, Bernabeu justru lebih kreatif dan kuat. Begitu direkrut tim junior Madrid, dia langsung menonjol. Bernabeu tak hanya memamerkan stamina yang prima, tapi juga teknik luar biasa. Cukup langka untuk ukuran sepak bola di masa itu.

“Bermain sepak bola sangat menyenangkan bagi saya. Setiap hari saya tak bisa melupakan olahraga ini. Sejak kecil, saya selalu bermimpi bisa bermain untuk Real Madrid. Mimpi itu akhirnya jadi kenyataan,” kata Bernabeu suatu saat.

Mimpi itu tak hanya menjadi kenyataan, tapi Bernabeu sendiri akhirnya menjadi pemain impian Madrid. Dia dianggap bintang besar pertama yang menjadi legenda tak terlupakan. Bahkan saking cintanya warga Madrid terhadap Bernabeu, mereka sampai punya ujar-ujaran: “Kami percaya kepada Tuhan, Real Madrid, dan Santiago Bernabeu.”

Tak berlebihan jika stadion Madrid diberi nama Santiago Bernabeu.
Fakta Bernabeu
Nama lengkap :
Santiago Bernabeu
Lahir : Albacete (Spanyol), 8 Juni 1895
Posisi : Striker
Nomor kostum : 10
Karier klub : Real Madrid (1912-1927)
Karier timnas : -
Prestasi pemain : Juara kompetisi regional (1912-13, 1915-16, 1916-17, 1917-18, 1919-20, 1921-22, 1922-23, 1923-24, 1925-26, 1926-27), Copa del Rey (1916-17)
Prestasi presiden : Juara Divisi Primera (1953-54, 1954-55, 1956-57, 1957-58, 1960-61, 1961-62, 1962-63, 1963-64, 1964-65, 1966-67, 1967-68, 1968-69, 1971-72, 1974-75, 1975-76, 1977-78), Liga Champions (1955-56, 1956-57, 1957-58, 1958-59, 1959-60, 1965-66 1), Copa del Rey (1945-46, 1946-47, 1961-62, 1969-70 ,1973-74, 1974-75), Piala Interkontinental (1960), Piala Latin (1955, 1956)

Bernabeu’s Milstones
1927 –
Menyatakan gantung sepatu dalam usia 32 tahun, meski klub berharap dia tetap bermain.

1928 – Ditunjuk sebagai sekretaris klub, tapi tak lama kemudian merangkap juga sebagai direktur teknik menggantikan Don Jose Berraondo.
1935 – Ditunjuk sebagai salah satu direktur klub.

15 September 1943 – Diangkat sebagai presiden Real Madrid menggantikan Antonio Santos Peralda, setelah terjadi kerusuhan pada partai Madrid-Barcelona. Sebagai presiden, dia banyak melakukan perubahan besar. Selain merenovasi stadion, juga menghadirkan pemain hebat seperti Alfredo Di Stefano, Gento, dan Ferenc Puskas. Madrid pun dia bawa pada puncak kebesarannya baik di kompetisi lokal maupun Eropa.

4 Januari 1955 – Atas jasanya membesarkan Madrid, klub memberi penghormatan dengan mengubah nama Stadiom Chamartin menjadi Santiago Bernabeu.

2 Juni 1978 – Dia menghembuskan nafas terakhir karena kanker hati. Posisi presiden Madrid kemudian beralih ke tangan Luis de Carlos.

02 Juli 2009

Chelsea FC

Chelsea F.C. (Chelsea Football Club), juga dikenal sebagai The Blues atau sebelumnya sebagai The Pensioners (London F.C.), adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermain di Liga Utama Inggris dan bermarkas di kota London. Klub ini didirikan oleh H.A. Mears pada tahun 1905, dan memiliki lapangan sendiri yang dapat menampung sekitar 42.360 penonton, bertempat di Fulham, London Barat.

Chelsea dibentuk pada 14 Maret 1905 di pub Rising Sun (sekarang bernama The Butcher’s Hook) dan tidak beberapa kemudian langsung bergabung dengan Football League. Tahun-tahun pertama dilalui tanpa ada prestasi yang benar-benar menonjol, hanya pada tahun 1915 mereka bisa mencapai final piala FA namun kalah dari Sheffield United. Chelsea mulai mendapatkan perhatian publik tatkala mereka mulai mendatangkan beberapa pemain terkenal, tetapi walaupun demikian prestasi mereka belumlah datang juga.

Mantan striker tim nasional Inggris, Ted Drake, kemudian menjadi manajer pada tahun 1952. Ia benar-benar merombak dan memodernisasi klub London itu, seperti memajukan sistem pembinaan pemain muda, membangun tim utama yang tangguh bahkan mengganti logo klub lama yang berlambang ‘Chelsea Pensioner’ (gambar pensiunan tentara Chelsea). Prestasi klub pun mulai nampak, Chelsea menjuarai liga Inggris pada musim 1954-1955. Saat itu federasi sepakbola eropa (UEFA) sudah mulai merencanakan untuk menggelar sebuah kompetisi klub Eropa bernama ‘European Champions Cup’, namun pihak Inggris khususnya FA dan Football League menolak berpartisipasi, ini membuat Chelsea harus mundur sebelum mulainya kompetisi antar klub Eropa tersebut.

Dekade tahun 60-an adalah tahun-tahun dimana talenta pemain-pemain muda Chelsea berkembang dibawah pelatih Tommy Docherty. Mereka termasuk kurang beruntung di saat-saat akhir tiap kompetisi dan turnamen yang diikutinya. Pada musim 1964-1965 mereka hampir saja menyabet gelar treble yaitu di liga Inggris, piala FA dan piala Liga, namun semuanya berujung hanya gelar juara piala Liga. Tahun 1967 mereka juga gagal di final piala FA. Baru pada tahun 1970 mereka berhasil menjuarai piala FA dengan menundukkan Leeds United di final 2-1. Tahun berikutnya mereka pun menyabet gelar Eropanya yang pertama, piala Winners, dengan mengalahkan Real Madrid di final.

Pada akhir dekade 70an sampai awal 1980 adalah tahun-tahun bergejolak Chelsea, kondisi keuangan klub tidak stabil dan mempengaruhi proyek peremajaan stadion Stamford Bridge. Pemain-pemain bintang dijual dan akhirnya berujung pada terdegradasinya Chelsea dari divisi utama. Masalah diperparah lagi oleh ulah pendukungnya yang suka membuat kerusuhan membuat awal dekade 1980an menjadi saat-saat suram klub. Ken Bates datang untuk membeli klub dengan harga nominal £1, pada saat itu stadion Stamford Bridge telah dijual ke sebuah developer properti dan Chelsea terancam tidak mempunyai ‘rumah’. Chelsea pun terdegradasi lagi sampai ke divisi 3, divisi yang terendah selama sejarahnya. Tahun 1983 dibawah manager John Neal, Chelsea berhasil menjuarai divisi 2 dan promosi ke divisi utama. 4 tahun di divisi utama, mereka terdegradasi lagi pada tahun 1988. Hanya semusim di divisi 2, mereka promosi lagi ke divisi utama setelah menjuarai divisi 2 tahun itu (1989).

Tahun 1992, setelah melalui perjuangan berat, pemilik Chelsea Ken Bates berhasil mendapatkan kembali stadion Stamford Bridge dengan membuat perjanjian dengan pihak bank (saat itu pihak developer properti pemilik Stamford Bridge telah bangkrut). Prestasi Chelsea sendiri di divisi utama (sudah bernama Premier League) tidaklah istimewa, hanya di turnamen piala FA mereka berhasil masuk final pada tahun 1994. Setelah diangkatnya pemain legendaris Belanda, Ruud Gullit, menjadi pemain-manager, Chelsea barulah mulai mengangkat namanya kembali. Gullit mendatangkan pemain-pemain terkenal seperti Roberto Di Mateo,dan yang terutama adalah Gianfranco Zola, playmaker Italia yang jenius. Chelsea menjuarai piala FA tahun 1997 dan di liga pun mereka sudah menunjukkan diri sebagai klub papan atas di liga Inggris. Kemudian Gianluca Vialli menggantikan Gullit dan membawa Chelsea menjuarai piala liga, piala Winners tahun 1988 serta piala FA tahun 2000. Vialli juga membawa Chelsea sampai ke perempat final Liga Champions Eropa tahun 2000. Claudio Ranieri kemudian menggantikan rekan senegaranya, Vialli, sebagai manager Chelsea dan membawa Chelsea ke final piala FA tahun 2002.

Datangnya Abramovich
Pada Juni 2003, Ken Bates menjual Chelsea kepada seorang biliuner Rusia bernama Roman Abramovich seharga 140 juta pounsterling. Itu adalah rekor penjualan klub Ingrris termahal sepanjang sejarah saat itu. Karena Abramovich pula media Inggris kemudian menjuluki klub sebagai ‘Chelski’, kata yang langsung menjadi populer di publik. Abramovich langsung bergerak cepat dengan ‘membajak’ general manager Manchester United, Peter Kenyon, ke Chelsea. Kenyon adalah salah satu faktor kesuksesan Manchester United menjadi klub terkaya di dunia dan di Chelsea ia menempati posisi sebagai tangan kanan Abramovich untuk mengelola klub.

Dana pun digelontorkan besar-besaran, tidak kurang dari 100 juta poundsterling dikeluarkan hanya untuk membeli pemain bintang. Tetapi Ranieri tetap tidak membawakan prestasi ke Chelsea pada musim pertama Abramovich. Setelah melihat bahwa Ranieri sulit membawa Chelsea sesuai ambisi Abramovich yang besar, manager Italia tersebut kemudian dipecat dan didatangkanlah Jose Mourinho dari klub juara eropa, FC Porto. Pilihan Kenyon tidaklah salah, Jose Mourinho adalah sosok seorang manager yang sangat taktis dan bertangan dingin. Di musim pertamanya Mourinho langsung membawa Chelsea menjadi juara liga Inggris dan piala Liga. Walaupun dengan dukungan dana yang begitu kuat, seorang manager tetaplah sulit sekali bisa membawa klubnya untuk menjuarai liga Inggris yang ketat di musim pertamanya. Musim itu begitu sensasional bagi Mourinho dan Chelsea, apalagi tahun 2005 adalah genap 100 tahun umur Chelsea. Klub London itu juga menjadi klub yang memenangi partai terbanyak dan paling sedikit kebobolan. Pada tahun tersebut Chelsea juga masuk semi final Liga Champions.

Tahun berikutnya, 2006, Chelsea kembali menjadi juara liga, klub London pertama setelah Arsenal 1933-1934 yang bisa menjuarai liga Inggris 2 tahun berturut-turut. Tahun 2007 Chelsea menjuarai piala FA dan piala Liga namun hanya menjadi runner-up liga dibawah Manchester United. Mulailah adanya isu pertengkaran Mourinho dan Abramovich yang memuncak di September 2007 dimana Mourinho meletakkan jabatannya sebagai manager. Direktur sepakbola Chelsea asal Israel, Avram Grant, kemudian menggantikannya. Grant membawa Chelsea sebagai runner-up liga, runner-up piala Liga dan runner-up Liga Champions eropa (kalah adu penalti melawan Manchester United). Tidaklah terlalu buruk sesungguhnya, namun bagi Abramovich yang mempunyai ambisi segunung itu tidaklah cukup sehingga Grant dipecat dan digantikan oleh pelatih Brazil, Luis Felipe Scolari, yang akrab dipanggil Felipao sebagai manager Chelsea yang baru sejak 1 Juli 2008.

Chelsea FC sebagai klub sepak bola memiliki sebuah icon yaitu seekor singa jantan yang di juluki Stamford The Lion. Sementara lagu utama Chelsea FC adalah Blue Is The Colour. Lagu ini diliris pada tahun 1970 yang bertepatan dengan berlaganya Chelsea FC di kancah UEFA Cup. Lagu ini dikeluarkan oleh perusahaan Penny Records dan mencapai nomor 5 di chart pada bulan Maret 1970. Hal ini telah menjadi salah satu lagu sepakbola Inggris yang paling dikenal. Lagu ini dinyanyikan oleh sekelompok orang yang dijuluki Singing squad yang terdiri dari 14 orang,mereka adalah Tommy Baldwin, Peter Bonetti, Charlie CookeJohn Dempsey, Ron Harris, Marvin Hinton, John Hollins, Peter Houseman, Alan Hudson, Steve Kember, Eddie McCreadie, Paddy Mulligan, Peter Osgood dan David Webb.


Chelsea sudah menghabiskan banyak sejarah dalam dunia sepak bola Inggris, dan mengalami kesuksesan sebanyak dua periode, sepanjang tahun 1960-an dan awal 1970-an, kemudian pada akhir 1990-an hingga saat ini. Chelsea telah memenangi tiga gelar Liga Utama Inggris (1954-55, 2004-05, 2005-06), lima Piala FA (1970, 1997, 2000, 2007, 2009), empat Piala Liga (1965, 1998, 2005, 2007), dan dua Piala Winners (1971, 1998).

Manajer pertama adalah John Roberson (1905-1906). Chelsea menjuarai Liga Utama Inggris (Premiership) pada tahun 1955 pada masa jabatan Ted Drake sebagai manajer.

Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 - 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik milyader minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich. Tapi beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian keduanya, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.

Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Pada tahun 2006, Chelsea mampu kembali menjuarai Liga Utama Inggris. Tahun 2007, Chelsea berhasil juara Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Pada musim 2007-08, pelatih Jose Mourinho diganti oleh Avram Grant. Diawal masa kepelatiha Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu diajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi yang cukup baik itu tetap membuat Grant harus dipecat di akhir musim.

Pada akhir bulan Januari 2009 Chelsea menggantikan Avram grant dengan Luiz Felipe Scolari.Pelatih asal Brazil itu Memberikan prestasi yang tidak memuaskan bagi Roman Abrahamovich.Sehingga pada akhir April 2009 ia dipecat.Selanjutnya,Posisi kosong manajer Chelsea di isikan oleh pelatih Timnas Rusia Guus Hiddink.Kontrak pelatih Guus Hiddink hanyalah sampai akhir musim 2008-2009.Pada akhir bulan Mei,Guus Hiddink memberikan kenangan pada Chelsea yaitu berupa sebuah Piala FA sebelum akhirnya ia keluar dari Chelsea. Kemudian,Chelsea menggantikan Hiddink dengan pelatih klub besar italy AC Milan yaitu Carlo Ancelotti yang kontraknya akan habis pada akhir musim 2011-2012.

Chelsea memiliki beberapa pemain-pemain Inggris yang dianggap terbaik saat ini, di antaranya yaitu John Terry (kapten), Frank Lampard, dan Ashley Cole.

Nama lengkap Chelsea Football Club

Julukan The Blues

Didirikan 1905

Stadion Stamford Bridge, London
(Kapasitas: 42.449)
Pemilik Roman Abramovich

Ketua Bruce Buck

Manager Carlo Ancelotti

Pelatih Chelsea dari Masa ke Masa:
Ted Drake (2) : Juara Liga Inggris 1954/1955, The Shield 1955
Tommy Docherty (1) : Juara Piala Liga 1964/1965
Dave Sexton (2) : Juara Piala Winners 1970/1971, Piala FA 1969/1970
Bobby Campbell, baru promosi langsung membawa Chelsea ke peringkat 5 Liga Inggris
Ruud Gullit (1) : Juara Piala FA 1996/1997
Gianluca Vialli (4) : Juara Piala Winners 1997/1998, Piala Liga 1997/1998, Piala FA 1999/2000, Piala Super Eropa 1998
Claudio Ranieri (1) : Juara The Shield 2000, Runner Up Liga Inggris 2003/2004
Jose Mourinho (4) : Juara Liga Inggris 2004/2005, 2005/2006, Piala Liga 2004/2005, The Shield 2005
Avram Grant : Finalis Liga Champion 2007/2008, Runner Up Liga Inggris 2007/2008, Runner up piala liga
Luis Felipe Scolari : Melatih tidak cukup 1 tahun (Jul 2008 s.d Feb 2009)
Guus Hiddink (1): Semi Finalis Liga Champion 2008/2009 dan Juara FA Cup 2009

24 Juni 2009

Piala Dunia 1930

Uruguay mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama, namun proses penyelenggaraannya memakan waktu panjang dan sangat melelahkan.

Montevideo, 13 Juli 1930, puluhan ribu penggemar sepak bola berduyun-duyun menyambangi stadion Centenario untuk menyaksikan partai pembuka Piala Dunia pertama, Prancis melawan Meksiko. Piala Dunia tahun 1930 di Uruguay memang merupakan tonggak sejarah kebangkitan dunia sepak bola.

Namun gegap gempita penggemar sepak bola di Amerika Selatan, hampir nyaris tak terdengar di Eropa, karena di seberang samudera Atlantik sana, orang masih meragukan kemandirian sepak bola sebagai suatu olah raga. Lagipula bagi negara-negara di benua Eropa, yang kala itu sedang terbelit krisis ekonomi, pengiriman sebuah kesebelasan beserta para staf ke Uruguay, hanya akan membebani kas negara.

Namun berkat kerja keras dan lobi intensif yang dilakukan oleh presiden FIFA, Jules Rimet, sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Rumania, Yugoslavia dan Belgia berhasil dibujuk untuk ikut berlaga di Uruguay. Sementara Inggris dan Jerman memilih untuk tetap tinggal di Eropa. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) melalui presidennya, Felix Linnemann, beralasan, sepak bola Jerman masih berstatus amatir dan tidak akan bergabung dengan negara lain yang sudah berstatus profesional dalam satu turnamen.

Uniknya Piala Dunia 1930 tidak memiliki babak kualifikasi. Keikut-sertaan negara peserta pada Piala Dunia di Uruguay ditentukan berdasarkan undangan yang dikeluarkan oleh FIFA. Melalui langkah ini FIFA berharap, dapat membangkitkan ketertarikan orang kepada Piala Dunia. Hasilnya: 13 tim nasional berlaga di Montevideo untuk memperebutkan trofi Jules Rimet.

Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, Piala Dunia 1930 hanya didominasi oleh Argentina dan tuan rumah Uruguay. Argentina maju ke babak semi final setelah berhasil mengalahkan Chili, Prancis dan Meksiko di grup 1. Sedangkan Uruguay tanpa kesulitan menggilas Peru dan Rumania yang menghuni grup 3.

Di babak semi final, telah menanti tim kuda hitam, Amerika dan Yugoslavia. Namun Argentina dan Uruguay masih terlalu kuat untuk ke dua tim tersebut. Amerika dihajar Argentina dengan hasil akhir 6-1, dan Yugoslavia dibuat tidak berkutik oleh Uruguay dengan skor serupa.

Pertemuan antara Argentina dan Uruguay di final Piala Dunia 1930 adalah final impian bagi publik Amerika Latin. Menjelang pertandingan, tiket kapal Buenos Aires-Montevideo laris terjual. Dan pendukung fanatik yang mengamuk, sesuatu yang belum dikenal Eropa pada saat itu, sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Amerika Selatan.

Masalah kembali muncul saat wasit baru akan memulai pertandingan. Masing-masing kesebelasan membawa bola mereka sendiri. Sang wasit, John Langenus, segera memutuskan untuk mengundi, bola siapa yang berhak dimainkan.

Pertandingan final itu sendiri berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Uruguay. Dan trofi Jules Rimet yang dilapisi emas seberat 1,8 Kg dan berbentuk patung dewi Fortuna itu akhirnya tetap tinggal di Montevideo. Pelatih Alberto Supici sendiri sampai saat ini masih memegang rekor pelatih negara peserta pelatih Piala Dunia termuda. Umurnya saat itu adalah 31 tahun 240 hari.

Bintang lapangan yang bersinar dalam Piala Dunia 1930 adalah Jose Leandro Andrade. Bakatnya bahkan sudah terlihat jelas dalam Olympiade tahun 1928. Sedangkan saudara sepupunya, Victor Rodriguez Andrande, juga berhasil membawa Uruguay menjuarai Piala Dunia pada tahun 1950.

Sebaliknya nasib tragis menimpa rival sejati Adrande pada tahun 1930, Guillermo Stabile. Meski berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan delapan gol dalam empat pertandingan, Stabile gagal membawa Argentina menjuarai Piala Dunia pertama itu. Tim-nya pun harus pulang ke Buenos Aires dengan tangan hampa.
Adalah seorang pemain FC Sochaux, Lucien Laurent yang berhasil mencetak gol pertama dalam Piala Dunia 1930. Gol yang dibuat penyerang Prancis saat bertanding melawan Meksiko ini, tercatat sebagai gol pertama dalam sejarah Piala Dunia.


1930 FIFA World Cup Uruguay ™

# Tim: 13
# Waktu: 13 Juli 1930 sampai 30 Juli 1930
# Final: 30 Juli 1930
# Pertandingan: 18 pertandingan
# Gol: 70 (rata-rata 3.9 per pertandingan)
# Penonton: 434500 orang (rata-rata 24138 orang per pertandingan)

o Juara 1: Uruguay
o Juara 2: Argentina
o Juara 3: USA
o Juara 4: Yugoslavia

o Sepatu Emas/Top skor: Guillermo STABILE (ARGENTINA)


Piala Dunia FIFA yang pertama diselenggarakan pada tahun 1930. Kejuaraan ini diselenggarakan di Uruguay, juara Olimpiade saat itu. Uruguay menjadi juara pertama, mengalahkan Argentina di final dengan hasil 4-2.

Piala Dunia ini adalah satu-satunya yang tanpa babak kualifikasi; keikutsertaan hanya melalui undangan. Sangat sedikit tim Eropa yang mengikutinya karena susahnya perjalanan menyeberangi Samudra Atlantik; dua bulan sebelum kompetisi dimulai tidak ada satu negara pun di Eropa yang mau turut serta. Hanya berkat campur tangan dari presiden Fédération Internationale de Football Association saat itu, Jules Rimet barulah empat tim bergabung: Belgia, Perancis, Rumania, and Yugoslavia.

Tiga belas tim peserta dibagi kepada empat grup, dan pertandingan pertama dilaksanakan pada 13 Juli di mana Perancis mengalahkan Meksiko 4-1. Gol pertama diciptakan oleh Lucien Laurent, sedangkan hattrick pertama diciptakan pemain AS, Bert Patenaude. Empat pemenang grup, Argentina, Yugoslavia, Uruguay, dan AS, melaju ke babak semifinal.

Di semifinal kedua pertandingan sama-sama berakhir 6-1, Argentina mengalahkan AS dan Uruguay mengalahkan Yugoslavia. Tidak ada perebutan tempat ketiga.

Final Piala Dunia pertama berlangsung di Stadion Centenario, Montevideo, pada 30 Juli yang berakhir 4-2 untuk kemenangan Uruguay atas Argentina.


GALERI FOTO :
piala dunia 1930Kapten Uruguay Jose Nasazzi (kiri) bertemu dengan pemain Argentina Manuel Ferreira sebelum final.

piala dunia 1930
Tim Nasional Bolivia
Timnas Bolivia berfoto bersama sambil membawa pesan 'Viva Uruguay'.

piala dunia 1930

Semi-final: Argentina 6-1 Amerika Serikat
Pemain Argentina Guillermo Stabile mengecoh kiper Amerika Serikat Jim Douglas tiga menit sebelum pertandingan untuk gol yang ke enam bagi Argentina.



piala dunia 1930
Final: Uruguay 4-2 Argentina
Pemain Uruguay Jose Nasazzi and pemain Argentina Manuel Ferreira memimpin tim mereka di Final.



piala dunia 1930

Skipper Uruguay Jose Nasazzi sedang beraksi ketika final melawan Argentina.

piala dunia 1930

Group 2: Yugoslavia 4-0 Bolivia
Pemain Yugoslavia Alexander Tirnantich (kiri) mendapat pengawalan dari pemain bertahan Bolivia.


piala dunia 1930

Amerika Serikat 3-0 Belgia
Pemain Belgium Nicholas Hoydonck berusaha keluar dari hadangan pemain Amerika Serikat Bertram Patenaude.


piala dunia 1930

Tim Nasional Uruguayan dengan bangga berfoto setelah mereka mengalahkan Argentina di final.


piala dunia 1930

Kiper Argentine Juan Botasso tidak berhasil menghadang bola yang dilesakkan oleh Hector Castro untuk gol yang keempat Uruguay di final.


Presiden FIFA Jules Rimet menyerahkan trofi Jules Rimet kepada Dr. Raul Jude, Presiden Asosiasi sepakbola Uruguay.

piala dunia 1930
Top skor Piala Dunia 1930 : Guillermo STABILE (ARGENTINA), 8 gol.

22 Juni 2009

Christian Gonzalez


Christian Gonzalez benar-benar luar biasa. Dia telah 4 kali menjadi topskor di Liga Indonesia dengan mencetak rekor pemain dengan gol terbanyak di liga indonesia. Tak kurang 140 gol liga telah ia ciptakan selama 5 musim bermain di Indonesia.

Christian Gérard Alvaro González (lahir di Montevideo, 30 Desember 1976; umur 32 tahun) adalah pemain sepak bola asal Uruguay yang bermain di Liga Super Indonesia memperkuat Persib Bandung. Posisinya adalah penyerang. Ia menjadi pencetak gol terbanyak di Divisi Utama Liga Indonesia untuk empat musim (2005, 2006,2007 dan 2008). Pada musim 2006, Gonzalez adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp1,2 milyar

Karir di Indonesia

PSM Makassar

Ia mulai bermain di Indonesia pada tahun 2003, bergabung dengan PSM Makassar. Pada musim tersebut ia mencetak 27 gol dan PSM di antarnya menjadi juara kedua liga. Tahun berikutnya ia diskors PSSI selama semusim dan didenda Rp 20 juta karena memukul salah seorang ofisial Persita saat PSM bertandang ke Tangerang.

Persik Kediri

Bebas dari skorsing, ia bergabung dengan Persik Kediri dan mengantar Persik menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 2006. Pada tahun 2008 ia dijatuhi skorsing dari Komdis setelah melakukan tindakan yang tidak sportif. Krisis finansial yang dialami Persik Kediri membuat manajemen Persik harus melakukan rasionalisasi gaji. Christian merupakan salah satu dari beberapa pemain Persik yang tidak setuju atas keputusan tersebut. Di Persik Kediri dia mencapai masa kejayaan dengan mendapat gelar topskor 3 musim berturut-turut dengan total 99 gol liga di tiga setengah musimnya bersama Persik.

Persib Bandung

Pada 30 Januari 2009, manajemen Persib Bandung mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Christian yang mendapat remisi dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Christian dikontrak dalam status sebagai pemain pinjaman dari Persik Kediri dan akan digaji 60 juta rupiah per bulan oleh Persib Bandung.

Ia memulai debut sebagai starter di Liga Super Indonesia ketika Persib menjamu Persipura di pertandingan yang berakhir 1-1 berkat gol yang juga dicetak oleh Christian. 14 gol liga ia cetak bersama Persib Bandung.

Kehidupan Pribadi

Istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya dengan Siregar, Gonzalez memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael).

Perjalanan karir


Daftar Top Scorer Liga Indonesia:

1994/1995: Peri Sandria (Bandung Raya/34 gol)
1995/1996: Dejan Gluscevic (Manstran Bandung Raya/30 gol)
1996/1997: Jacksen F Tiago (Persebaya Surabaya/26 gol)
1997/1998*: Kurniawan Dwi Yulianto (Persebaya Surabaya/20 gol)
1998/1999: Alain Mabenda (PSDS Deli Serdang/11 gol)
1999/2000: Bambang Pamungkas (Persija Jakarta/24 gol)
2001/2002: Bakko Saddisou (Barito Putra/22 gol)
2002/2003: Ilham Jayakesuma (Persita Tangerang/26 gol)
2003/2004: Oscar Aravena (PSM Makassar/31 gol)
2004/2005: Ilham Jayakesuma (Persita Tangerang/22 gol)
2005/2006: Cristian Gonzalez (Persik Kediri/25 gol)
2006/2007: Cristian Gonzalez (Persik Kediri/28 gol)
2007/2008: Cristian Gonzalez (Persik Kediri/32 gol)
2008/2009: Cristian Gonzalez (Persik Kediri/Persib Bandung) dan Boas Salossa (Persipura Jayapura) (28 gol)

18 Juni 2009

Perkembangan Peraturan Sepakbola

Sejak didirikan di abad ke-19, International Footbal Association Board (IFAB) telah memainkan peran penting dalam persepakbolaan internasional. Lembaga ini yang bertindak sebagai penjaga peraturan permainan sepakbola (Laws of The Game) dan bertanggung jawab melakukan studi, modifikasi, dan kemungkinan perubahannya.Sebagai pengawal peraturan permainan, IFAB berusaha menjaga keaslian dan kesederhanaan permainan sepakbola. Karena itulah, hanya ada sedikit perubahan dalam peraturan sepakbola selama lebih dari 100 tahun.Berikut ini perjalanan perubahan Laws of The Game.
1848
Sejumlah sekolah swasta di Cambridge, Ingggris, mengadakan rapat untuk menyusun peraturan sepakbola yang akan menjadi cikal bakal peraturan internasional.

1886
Pertemuan pertama IFAB. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) mengundang perwakilan Irlandia, Skotlandia, Wales untuk membuat standar aturan main sepakbola.

1891
Tendangan penalti diperkenalkan.

1904
FIFA dibentuk sebagai badan pengelola sepakbola dunia bekerjasama dengan IFAB. Turnamen sepakbola di Olimpiade berada di bawah supervisi IFAB.

1913
FIFA menjadi anggota IFAB dan mulai mengikuti rapat-rapat IFAB.

1925
Perubahan peraturan tentang off-side dari 3 pemain menjadi hanya 2 pemain.

1978
Law XIII-Tendangan BebasTim bertahan yang mendapat tendangan bebas bisa melakukan tendangan bebas dari manapun di dalam setengah area pertahanannya.

1979
Law XIII-Tendangan BebasTendangan bebas langsung dan tendangan bebas tidak langsung (dipagari pemain) dibedakan dengan cara wasit menaikkan tangannya ke atas kepala.

1980
Law XII-PelanggaranMeludahi pemain dinilai sebagai pelanggaran. Meludahi petugas/ofisial dan orang lain dinilai sebagai penyerangan.Law XIII-Tendangan BebasPemain yang memagari tendangan bebas di dalam kotak penalti harus berjarak sedikitnya 9,15 meter dari bola dan sisa pemain lain harus berada di luar kota penalti sampai tendangan dilakukan.Law XVI-Tendangan Gawang Tim lawan harus berada di luar kotak penalti saat tendangan gawang dilakukan.

1981
Law III-Jumlah PemainPemain yang telah diganti tidak boleh lagi mengambil bagian dalam permainan. Pemain pengganti harus menunggu panggilan wasit sebelum boleh masuk lapangan. Jika pemain pengganti masuk lapangan sebelum dipanggil, wasit akan menghentikan permainan dan pemain pengganti tersebut dihentikan, diperingatkan, atau dikeluarkan dari permainan, tergantung situasinya. Permainan diteruskan dengan meletakkan bola di tempat ketika permainan dihentikan.Law XII-PelanggaranPemain akan dikeluarkan dari lapangan, menurut keputusan wasit, jika dia:
Bersalah melakukan pelanggaran serius.
Menggunakan bahasa yang kasar dan tidak senonoh.
Tetap berperilaku tidak baik walau sudah diperingatkan.

1982
Law VI-Hakim GarisHakim garis bertugas memberitahu:
Bola sudah keluar lapangan
Tim mana yang mendapat tendangan pojok, tendangan gawang, dan lemparan ke dalam
Adanya pergantian pemain
Hakim Garis (Linesmen) diubah namanya menjadi Asisten Wasit pada 1996.


Tambahan tugas Asisten Wasit (modifikasi tahun 2000):
Memberitahu pemain yang berposisi off-side
Memberitahu insiden atau pelanggaran yang tak terlihat wasit atau pelanggaran yang lebih dekat dengan Asisten Wasit
Dalam kasus tendangan penalti, memberitahu wasit apakah kiper bergerak ke depan sebelum bola ditendang

Law XII-PelanggaranMemperkenalkan peraturan "empat-langkah":Kiper dinilai melakukan pelanggaran jika menguasai bola saat permainan lebih dari 4 langkah tanpa melepaskan bola kembali ke dalam permainan. Ia juga dinilai melakukan pelanggaran jika memegang kembali bola yang dilepaskan itu sebelum bola tersebut dimainkan atau diambil pemain lain.Empat langkah tersebut adalah langkah ke semua arah, termasuk sambil memantul-mantulkan bola ke tanah atau melempar bola ke atas lalu menangkapnya kembali. Selain itu disebutkan bahwa pelanggaran terjadi jika kiper mengambil bola dengan tangan setelah melepaskannya ke permainan namun bola tersebut belum dimainkan pemain lain baik pemain dari timnya atau tim lawan (Dimodifikasi pada tahun 1983 dan 1985).

1987
Law VI-Lamanya PermainanTambahan waktu diberikan untuk kompensasi atas waktu yang terbuang pada saat pergantian pemain, membawa pemain cedera keluar lapangan, adanya penguluran waktu. Jumlah waktu yang ditambahkan tergantung kebijakan wasit.

1988
Law III-Jumlah pemainPemain pengganti dalam pertandingan resmi di bawah FIFA, konfederasi, dan asosiasi nasional tidak boleh lebih dari 2 dari 5 pemain cadangan yang ada.Modifikasi pada 1995 memperbolehkan pemain pengganti sampai 3 orang.

1990
Law IV-Perlengkapan Pemain (Memperkenalkan Pelindung Tulang Kering)Perlengkapan dasar pemain harus terdiri dari kaos seragam, celana pendek, kaos kaku, pelindung tulang kering, dan sepatu.

Law XI-Off-sideSeorang pemain berada dalam posisi off-side kecuali:
Tidak berada lebih dekat dengan garis area gawang tim lawan dibandingkan dua pemain lawan.
Jika menerima bola langsung dari tendangan gawang, tendangan pojok, atau lemparan ke dalam.

Law XII-PelanggaranPemain yang dengan sengaja melakukan pelanggaran langsung kepada pemain lawan yang jelas mempunyai kesempatan mencetak gol dimana pelanggaran tersebut dinilai layak untuk dihukum tendangan bebas atau penalti, pemain tersebut harus dikeluarkan dari permainanan (kartu merah). Pelanggaran ini termasuk memegang bola dengan sengaja (Dimodifikasi tahun 1991).

1992
Law XII-Pelanggaran (Back-pass)Bola yang dikembalikan pemainnya sendiri tidak boleh dipegang kiper. Jika kiper memegang bola back-pass, tim lawan dihadiahi tendangan bebas tidak langsung.Kiper bisa memegang bola yang diarahkan pemainnya sendiri dengan memakai kepala, dada, atau lutut. Jika pemain tersebut menggunakan cara-cara di atas untuk mengembalikan bola dari kipernya sendiri, ia dinilai melakukan pelanggaran (Dimodifikasi pada 1993).

Law XIII-Tendangan BebasTendangan bebas yang dihadiahi di area gawang sendiri bisa dilakukan di bagian manapun dalam area gawang.

1993
Law XII-PelanggaranPemain mendapat kartu merah dan dikeluarkan jika:
Bersalah melakukan penyerangan
Bersalah melakukan pelanggaran serius
Bersalah untuk kedua kalinya setelah sebelumnya mendapat peringatan (kartu kuning)
Menggunakan bahasa yang kasar, menghina, menyerang, dan tidak senonoh (Dimodifikasi pada tahun 2000 dengan tambahan gestur)

1994
Law III-Jumlah PemainPemain pengganti ketiga bisa dipakai untuk menggantikan kiper. Jika kiper dikeluarkan (kartu merah), kiper pengganti masuk menggantikan pemain pada posisi yang lain.

1995
Law VI-Lamanya PermainanInterval waktu istirahat (half time) tidak boleh melebihi 15 menit.

Law XI-Off-sideBerada dalam posisi off-side bukanlah pelanggaran. Pemain off-side dinilai melakukan pelanggaran jika terlibat aktif dalam:
Mengganggu jalannya permainan
Mengganggu pemain lawan
Mendapat keuntungan dari posisinya

Law XIV-Tendangan PenaltiTendangan penalti harus dilakukan pada tanda penalti. Ketika tendangan dilakukan, dalam area penalti hanya ada penendang penalti dan kiper lawan. Pemain sisanya harus berada di luar area penalti.

1996
Law V-WasitJika wasit memberikan advantage (membiarkan permainana dilanjutkan) kepada tim yang pemainnya dilanggar tim lawan namun advantage tersebut tidak bisa dilanjutkan pada waktu itu, wasit akan menghukum pelaku pelanggaran.

1997
Law IV-Perlengakapan PemainJika pemain menggunakan celana antidingin, warnanya harus sama dengan celana pendek yang dipakai pemain.Law V-WasitPemain yang terluka dan berdarah harus dibawa keluar lapangan untuk dirawat.

Law VIII-Mengawali PermainanTim yang menang lemparan koin harus memilih posisi gawang yang akan diserang pada babak pertama dan lawannya melakukan kick-off.Gol bisa langsung terjadi melalui kick-off.

Law XII-PelanggaranWasit harus menilai kiper mengulur-ulur waktu dan mengganjarnya dengan hukuman tendangan bebas tidak langsung jika ia memegang bola lebih dari 5-6 detik.Dimodifikasi pada tahun 2000, pelanggaran kiper dihukum dengan tendangan bebas tidak langsung.

Law XIV-Tendangan PenaltiKiper harus tetap berada di garis gawang di antara tiang gawang, menghadapi penendang, sampai bola ditendang. Frase "tanpa menggerakkan kaki" dihapus.Pemain yang masuk daerah penalti sebelum bola ditendang akan diberi peringatan.


Law XVI-Tendangan GawangSebuah gol bisa diciptakan langsung melalui sebuah tendangan gawang.

1998
Law XII-PelanggaranTekel dari belakang yang membahayakan keselamatan pemain lawan harus diberi sanksi pelanggaran serius dan dihukum kartu merah.

1999
Law XII-PelanggaranSetiap aksi simulasi yang ditujukan untuk mengelabui wasit harus dinilai sebagai tindakan tidak sportif dan mendapat hukuman.

2000
Adu PenaltiKetika pertandingan selesai, jumlah pemain kedua tim tidak sama, maka tim dengan jumlah pemain yang berlebih harus menyamakan jumlahnya dengan tim lawan. Kapten tim harus menginformasikannya kepada wasit.Sebelum adu penalti, wasit harus memastikan pemain kedua tim berjumlah sama dan berkumpul di lingkaran tengah lapangan.

Daftar Pemain Terbaik Dunia


Sejak pertama kali diadakan tahun 1991, sudah ada 13 pesepakbola yang menjadi Pemain Terbaik Dunia, termasuk Cristiano Ronaldo. Pemain pertama yang meraih titel bergengsi ini adalah Lothar Matthaeus.

Kala itu Matthaeus sukses menyingkirkan dua nominator lainnya, yakni Jean-Pierre Papin dan Gary Lineker. Sebagai catatan. Papin ketika itu sudah meraih titel Pemain Terbaik Eropa.

Selanjutnya, berderet nama-nama besar berhasil merengkuh gelar yang diperoleh berdasarkan voting dari pelatih dan kapten timnas anggota FIFA ini. Tahun 2008, Cristiano Roanaldo menyisihkan nama besar lain yaitu Lionel Messi.

Dua pemain asal Brasil, Ronaldo dan Ronaldinho, tercatat sebagai pemain yang pernah meraihnya secara berurutan. Sementara untuk urusan peraih terbanyak, Ronaldo dan Zinedine Zidane adalah orangnya. Keduanya sama-sama terpilih sebagai pemain terbaik sebanyak tiga kali.

Melihat performa Barcelona dan Lionel Messi di musim 2008-09 tidak berlebihan jika menjadi kandidat kuat peraih pemain terbaik dunia untuk tahun 2009 sekaligus membalas atas kekalahannya dari Cristiano Roanaldo di tahun sebelumnya.

Berikut adalah daftar nama peraihnya.

Daftar pemenang:
1991: Lothar Matthaeus
1992: Marco van Basten
1993: Roberto Baggio
1994: Romario
1995: George Weah
1996: Ronaldo
1997: Ronaldo
1998: Zinedine Zidane
1999: Rivaldo
2000: Zinedine Zidane
2001: Luis Figo
2002: Ronaldo
2003: Zinedine Zidane
2004: Ronaldinho
2005: Ronaldinho
2006: Fabio Cannavaro
2007: Kaka
2008: Cristiano Ronaldo
2009: Lionel Messi..??

Klub Tertua di Dunia


Sheffield FC

Ya, Sheffield FC merupakan klub tertua di bumi ini. Memang bukan tandingan Manchester United atau Real Madrid jika berbicara prestasi dan gelar juara. Tapi Sheffield boleh bangga dan terhormat karena mereka adalah klub tertua di dunia.

Hari Rabu (24/10/2007), Sheffield, klub amatir yang berkompetisi empat divisi di bawah Liga Premier, merayakan ulang tahun ke-150. Dalam acara perayaan, sejumlah orang tenar sepakbola dunia, termasuk presiden FIFA Sepp Blatter, pun hadir.

"Kami punya sesuatu yang tak akan pernah dimiliki klub lain. Mereka boleh saja menjadi klub lebih besar, lebih kaya dan lebih sukses, tapi mereka tak akan pernah bisa menjadi yang pertama. Kamilah yang pertama," ucap pelatih Sheffield David McCarthy bangga.

Perayaan digelar di sebuah Gereja Kathedral Sheffield dan dilanjutkan dengan makan malam di balai kota Sheffield, Cutlers' Hall. Selain Blatter, hadir pula Sir Bobby Charlton, Sir Tom Finney, Sir Bobby Robson, serta presiden Madrid Ramon Calderon dan pemilik Inter Milan Massimo Moratti.

Dalam jamuan resmi itu pula diputuskan untuk menggelar pertandingan perayaan antara Sheffield melawan Inter tanggal 8 Nopember mendatang di Bramall Lane dan akan disaksikan oleh legenda sepakbola Brasil Pele sebagai tamu kehormatan.

"Setiap klub sepakbola selalu berkembang dan klub itu pasti berhutang banyak kepada suporternya. Mereka pasti bangga karena klub ini lahir di kota Sheffield," ujar presiden Sheffield, Richard Timms, dalam kata sambutannya.

"Perayaan ulang tahun klub pertama di dunia adalah peristiwa besar sepakbola dunia. Itu sebabnya kami sangat senang melihat kehadiran banyak figur utama sepakbola," imbuhnya.

Selain itu, Timms juga berharap perayaan ini bisa memperkuat posisi Sheffield sebagai warisan sepakbola dunia yang akan terus bertahan ke masa depan.

"Kami punya dua benda kenangan yang tak bisa dinilai dengan apapun. Buku peraturan permainan sepakbola versi tulisan tangan tahun 1857 dan versi cetakan tahun 1859.

"Keduanya adalah benda suci sepakbola, peraturan pertama permainan yang harus dihargai oleh dunia."

Sheffield kini memiliki anggota terhormat pada diri Blatter, Sven-Goran Eriksson (orang Swedia yang mantan arsitek timnas Inggris dan pelatih Manchester City) dan Michael Vaughan.

Cikal Bakal Sheffield United dan Wednesday

Sheffield FC resmi berdiri pada 24 Oktober 1857. FIFA pun mengukuhkan bahwa merekalah klub sepakbola pertama di dunia. Atas statusnya itu, FIFA menganugerahkan penghargaan tertinggi FIFA Order of Merit yang bisa diberikan kepada mereka yang punya perhatian dan pengabdian terhadap sepakbola dunia. Untuk kelas klub, hanya ada dua klub di dunia yang mendapatkannya, yakni Sheffield dan Madrid, yang diberikan tahun 2004 lalu. Status unik membuat Sheffield dan Madrid menjalin hubungan yang sangat erat.

Awalnya, sepakbola yang dimainkan di seluruh kawasan Inggris tak punya peraturan jelas. Semua orang bisa menerapkan aturan yang berbeda dan bisa diikuti oleh 500 pemain dalam satu pertandingan serta sering berakhir dengan keributan.

Namun pada Oktober 1857, dua pemain kriket, William Prest dan Nathan Creswick, memelopori peraturan baku dan membentuk Sheffield FC. Mereka menyusun peraturan main, termasuk tendangan bebas dan gawang.

"Tapi keduanya tak pernah mengklaim sebagai penemu sepakbola. Mereka hanya membentuk organisasi pertama yang khusus memainkan sepakbola," kata Timms.

Selama tiga tahun, Sheffield hanya bermain di antara mereka sendiri dan tak punya musuh, termasuk mempertandingkan pria yang sudah menikah melawan pria lajang. Setelah hal itu bertahan selama tiga tahun, Sheffield kemudian meminta klub kriket Hallam untuk membentuk klub sepakbola sebagai rival. Pertandingan derby antara mereka masih berlangsung hingga kini.

Hingga tahun 1862, sudah ada 15 klub lain yang didirikan di daerah Sheffield, sebuah kawasan yang terkenal dengan industri baja, yang kemudian mengorganisir dirinya di bawah perserikatan Sheffield Club. Mereka semua inilah yang menjadi ujung tombak pembentukan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) pada tahun 1863.

Sheffield kemudian berandil pula dalam pembentukan Sheffield United pada 1889, yang saat ini bermain di Liga Championship (divisi satu) bersama dengan Sheffield Wednesday.

Semiprofesional

Meski sebagai pelopor pembentukan banyak klub lainnya di Inggris, Sheffield FC ternyata tetap menjadi klub amatir atau semiprofesional hingga kini. Di tahun 1867, Sheffield memutuskan keluar dari liga lokal Sheffield untuk bermain di luar kawasan tersebut guna mencari tantangan yang lebih besar.

Tahun 1863, mereka menjadi anggota FA dan mencoba peruntungan ikut kompetisi profesional yang digulirkan Juli 1885. Namun Sheffield tak mampu bersaing karena selalu kalah dengan gol banyak jika menghadapi Aston Villa, Nottingham Forest dan Notts County.

FA juga kelihatan sekali mengakomodir banyaknya klub amatir atau semipro sehingga membentuk kejuaraan nasional Piala Amatir. Di ajang inilah Sheffield berhasil menjadi juara tahun 1904 sekaligus trofi pertama mereka sepanjang sejarah.

Di tahun 1949, Sheffield bergabung dengan Liga Yorkshire sebelum melibatkan diri dengan Liga Midland untuk membentuk Liga Utara Kawasan Timur pada 1982. Selama 33 tahun bermain di Liga Yorkshire, Sheffield hanya memenangi satu gelar divisi dua pada musim 1975-76.

Setelah pembentukan liga baru di divisi bawah Inggris, Sheffield menjadi juara dua kali, 1988-89 dan 1990-91. Setelah itu Sheffield mempertahankan status divisi utama semipro dari 1991 hingga 2007 dengan prestasi tertingginya di peringkat kedua.

Liga ini kemudian merestrukturisasi ke dalam Sistem Liga Nasional dan Sheffield bermain di divisi satu selatan Liga Premier Utara mulai musim 2007-08.

Sheffield kini bermarkas di Stadion Bright Finance yang berkapasitas 1.200 penonton setelah sempat berpindah-pindah stadion di kota Sheffield. Mereka juga punya dua tim senior, 9 tim yunior, satu tim wanita dan satu tim penyandang cacat.

Sheffield menyadari bahwa mereka tak akan pernah mencapai Liga Premier sebagai puncak kompetisi tertinggi di Inggris. Namun mereka ingin promosi dari Liga Premier Utara ke Divisi Premier Blue Square -- sebuah liga semipro yang hanya satu tingkat di bawah Liga Sepakbola.

"Saya pikir kami tak akan pernah bisa bersaing dengan Sheffield United atau Sheffield Wednesday, namun kami harus tetap punya ambisi," cetus pelatih McCarthy.

Salut untuk Sheffield FC... Premier League menantimu...


Data dan Fakta

Nama Lengkap: Sheffield Football Club
Julukan: The Club, The Ancients
Berdiri: 24 Oktober 1857
Stadion: Bright Finance (1200 penonton)
Presiden: Richard Timms
Pelatih: Dave McCarthy
Liga: Liga Premier Utara, divisi satu selatan

Juara Piala Amatir FA 1903-04
Juara Liga Yorshire, divisi dua 1976-77
Juara Piala Liga Yorkshire 1977-78
Juara Liga Utara Kawasan Timur, divisi satu 1988-89, 1990-91
Juara Piala Liga Utara Kawasan Timur 2000-01, 2004-05
Juara Piala Sheffield dan Hallamshire Senior 1993-94, 2004-05, 2005-06.

Perkembangan Sepatu Bola


Sepatu menjadi alat penting bagi pemain sepak bola. Bentuk, desain, dan warnanya terus berubah. Maknanya tak sekadar menjaga penampilan pemain, tapi juga menuruti karakter pemakainya.

Pada awalnya, pemain boleh mengenakan kasut jenis apa pun di lapangan. Sepatu dengan alas polos dan sering dipakai untuk kerja pun diperbolehkan. Sepatu wanita dengan hak agak tinggi bahkan pernah digunakan lelaki di lapangan hijau.

Kemudian, keluarlah peraturan FIFA pada 1863. Salah satunya berbunyi, "Yang tidak memakai paku menonjol, lempengan besi, atau getah karet pada sol sepatunya diperbolehkan bermain.”

Aturan itu memunculkan gairah tukang sepatu di Inggris dan Eropa untuk membuat sepatu khusus sepak bola. Sebelum industri massal dimulai, tukang sepatu kebanyakan membuatnya dalam skala rumah tangga.

Pada 1895, Joe dan Jeff Foster mendirikan JW Foster and Sons di Bolton, Inggris, sebelum mengubahnya menjadi Reebok pada 1958. Sejak Januari 1905, Herman Jansen membuat toko sekaligus bengkel kasut di rumahnya di kota Hengelo, provinsi Gelderland, Belanda timur. Pada tahun yang sama, muncul pula pembuat sepatu Gola di Inggris.

Industri sepatu kian menggeliat ketika adik-kakak Adolf dan Rudolf Dassler membuka pabrik dengan nama Gebruder Dassler Schuhfabrik pada 1924. Dua bersaudara itu akhirnya pecah kongsi pada 1947. Adolf membentuk Adidas dan Rudolf menelurkan Puma.

Mulai tahun 1910-an, sepatu dengan nama Cup Final Specials mendunia berkat "gigi-gigi" kayu di bagian bawah agar pemain mudah mencengkeramkan kakinya ke tanah. Ujung sepatu dibuat dengan pola anyaman agar pemain mudah menggerakkan jari kakinya selama mengontrol bola. Bentuk gigi itu seperti tabung dengan tiga paku kecil berujung tajam. Pemain harus memakukan "kuku" itu ke sol dengan palu kecil.

Ukuran gerigi itu pun bervariasi. Pemain akan memilih gigi lebih panjang untuk bermain di lapangan becek agar tidak mudah terpeleset. Salah satu tugas wasit dan asistennya adalah mengecek sol itu sebelum pemain masuk ke lapangan. Jika gigi sepatu terlalu tajam dan menonjol, pemain tak diperbolehkan masuk.

Kasut-kasut masa silam itu dibuat dari bahan kulit tipis tapi berat. Modelnya berupa lars panjang atawa boot agar bisa melindungi engkel pemain dari sepakan lawan. Sepatu baru umumnya keras dan kaku sehingga sering membuat kaki pemakainya cedera. Agar lebih lentur dan enak dipakai, sepatu direndam dulu selama beberapa jam sebelum dikenakan, lalu dijemur sebentar agar kandungan air tidak memberatkan sepatu.

Di era 1920-an, sepatu bola mulai diproduksi secara massal. Salah satu yang terkenal di era itu adalah Manfield Hotspur. Sepatu kulit ini tidak hanya diproduksi untuk pemain dewasa, tapi juga untuk semua umur termasuk anak-anak.

Sepuluh tahun kemudian, muncullah variasi warna tali sepatu. Selain hitam, ada pula putih, merah, dan lainnya. Di lapangan, pemain kerap menggonta-ganti tali ini karena proses rendam-jemur sepatu membuat tali mudah rusak.

Pada 1951, perusahaan sepatu mulai mengendus bisnis baru. Mereka mencatut nama pemain terkenal untuk nama produknya. Bintang Inggris saat itu, Stanley Matthews, menjadi nama sepatu keluaran CWS. Ia mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang disewa sebagai bintang iklan sepatu. Maka, dimulailah komersialisasi sponsor oleh produsen sepatu kepada pemain, yang saat itu mendapat gaji maksimal 20 poundsterling.

Selain Matthews, pemain-pemain lain mulai mendapat tempat khusus di hati produsen. Sepatu Bobby Charlton, contohnya, beredar pada 1964. Dua tahun kemudian, muncul kasut bernama Pele, yang dibuat sesuai tuntutan gaya main lincah ala pemain Brasil itu.

Matthews juga menjadi salah satu pengguna sepatu Continental, seri terbaru dari Manfield Hotspur dan dikenakan pemain-pemain di Eropa serta Brasil. Sepatu ini dibuat pada 1950-an hingga 1960-an. Pada masa itu, sol sepatu juga dibuat dengan bahan karet, plastik, atau logam dengan pengait sekrup.

Selama itu sepatu sepak bola identik dengan kombinasi warna hitam atau coklat dengan strip putih. Puma pernah membuat sepatu putih pada 1958, tapi baru dipertontonkan oleh pemain Inggris, Alan Ball, satu dekade kemudian. Kelir lain mulai bermunculan pada 1998, salah satunya dikenakan oleh pemain Maroko, Moustafa Hadji.

Pada 1995, mantan pemain Liverpool, Craig Johnston, mendesain sepatu bernama Predator yang diproduksi oleh Adidas. Sepatu ini menggunakan kulit kanguru sebagai lapisan luarnya yang diklaim mempermudah lengkung arah bola. Klaim ini membuat sepatu itu laris manis dan antara lain dipakai eksekutor seperti Zinedine Zidane, David Beckham, dan Steven Gerrard.

Saat ini produsen membuat beragam sepatu dengan teknologi mutakhir sesuai kebutuhan pemakainya. Bentuk, desain, dan bahannya dibuat agar pemain bisa menggerakkan kakinya senyaman mungkin dan aman. Kuku-kuku di solnya pun tak selalu berjumlah sama satu dengan yang lain. Gigi-gigi yang awalnya berbentuk bulat berubah menjadi pipih dan ini sering dianggap gampang melukai lawan.

Sepatu masa kini pun tersedia dalam beragam kelir. Nike, misalnya, pernah membuat sepatu berwarna genit merah muda, Nike Mercurial Vapor Rosa. Anda bisa melihatnya pada kaki Nicklas Bendtner dan Franck Ribery. Warna ngejreng seperti ini memang sangat mencolok di lapangan. Sebuah gimmick jitu untuk menarik penonton agar gampang memelototi permainan bintang favoritnya dan mencari tahu kemampuan sepatu yang dipakainya.

Itu pula yang membuat bintang Barcelona, Lionel Messi, menyukai warna biru terang Adidas F50i yang dikenakannya pada final Liga Champions 2009. Sepatu dengan lapisan SprintSkin dari bahan sintentis antiair nan fleksibel tersebut juga akan menghiasi kaki pemain ternama pada kualifikasi Piala Dunia 2010.

"Aku paling suka dengan warna F50i, itu adalah warna yang kuat, memikat mata, dan menarik perhatian. Aku suka sekali itu," kata pemain Argentina tersebut usai latihan jelang final Liga Champions, Rabu (27/5). "Bentuk yang ramping, ditambah sentuhan warna fantastis serta model yang trendi, membuatku mampu mengeluarkan seluruh potensiku ketika bertanding."

Lebih dari warna-warni itu, Messi dan semua pemain bola pasti sepakat bahwa bentuk, bahan, serta desain sepatu amat membantu mereka mengeluarkan karakter permainan di lapangan. Pada akhirnya, penonton pun terpikat oleh aksi sang bintang dengan membawa Barcelona juara liga Champion Eropa 2009.

Viva Barca.......

Sejarah Sepak Bola

Jaman dahulu sepak bola hanya dimainkan kaum laki-laki. Setiap babak berlangsung 45 menit. Konon waktu 45 menit itu ada Sejarahnya, bahkan dapat dihitung secara matematis. Sesuai namanya Sepakbola, maka perhitungannya berdasarkan Bola yang ada, disini ada dua Bola yaitu Bola Asli dan Bola Tidak Asli.

- Bola Asli ada 1 (ini yang ditendang-tendang)
- Bola Tidak Asli (MAAF, yang dimiliki kaum laki-laki ada 2, kalo ditendang ya sakit)
Sepakbola dimainkan oleh 2 kesebelasan, tiap kesebelasan ada 11 pemain laki-laki, maka rumus matematiknya = 2 Kesebelasan x 11 Pemain x 2 Bola Tidak Asli = 44. Jumlahkan kedua Bola-bola tersebut = Bola Asli Bola Tidak Asli = 1 44 = 45 (Cocok kan!).
Lalu mengapa bisa menjadi 90 menit ? Konon karena adanya wasit Laki-laki, jadi Bola Tidak Asli (MAAF SEKALI LAGI MAAF, ada 2 lagi), jadi waktu 45 menit x 2 atau 90 Menit.

Sekitar abad ke-2 SM, permainan ini dimainkan dengan cara memukulnya dengan tangan dan boleh ditendang saat bola menyentuh tanah. Sepak bola saat itu dikenal dengan nama Episkuros atau Harpaston. Memakai bola yang tidak lebih baik ketimbang bola isi rambut, bolanya diisi bulu” binatang. Para hewan banyak yang kedinginan bila bulunya sering dicabuti

Sepakbola merupakan olahraga yang dikenal sejak ribuah tahun yang lalu. Bukti ilmiah yang bisa didapat adalah adanya permainan semacam sepak bola di negeri Cina. Kala itu, dinasti Han melatih tentara menggunakan “tsuchu” untuk latihan fisiknya : yaitu latihan menendang bola kulit memasukan ke dalam jaring kecil yang diikatkan pada batang-batang bambu panjang. Pemain membidikan bola ke dalam jaring kecil menggunakan kaki, dada, punggung, serta bahu sambil berusaha menahan serangan dari lawan.
blank_page Di Jepang dikenal pula permainan semacam “tsu-chu” sekitar 500 – 600 tahun kemudian, meskipun tidak kompetitif seperti di Cina. Di Yunani juga mengenal olahraga pra sepak bola yang bernama “episkyros”, juga di Romawi orang mengenal permainan “harpastum” yaitu permainan dengan bola berukuran kecil. Pemainnya dibagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan di dalam lapangan berbentuk segi empat yang dibatasi oleh garis serta terdapat garis tengah. Tujuannya adalah menggiring bola hingga melewati garis batas lawan, dengan langkah dan terkadang melakukannya dengan segala tipu muslihat.Ada dugaan bahwa orang-orang Romawi membawa permainan itu ke Inggris. Tapi masih disangsikan apakah Harpastum merupakan pendahulu sepakbola yang sekarang dikenal ini, sebab penduduk Celtic di Cronwall sudah mengenal permainan yang serupa yang disebut “hurling”. Waktu itu jelas belum ada peraturan yang baku. Orang boleh main tanpa jumlah yang pasti dan tidak saja kaki tetapi tanganpun boleh main. Boleh menendang tulang kering serta membawa lari bola.Banyak teori tentang siap yang mula-mula melaksanakan permainan sepak bola ini. Tetapi yang pasti, Inggrislah yang mulai menyempurnakan sehingga perkembangannya halus seperti sekarang ini. Prakarsanya di mulai pada tahun 1963, ketika sebelas perkumpulan di London mengadakan pertemuan untuk menjernikan kekacauan dengan membuat serangkaian peraturan fundamental untuk mengatur pertandingan-pertandingan selanjutnya. Dan pada Tanggal 26 Oktober lahirlah Football Association yang pertama. Buntut dari pertemuan itu adalah keluarnya kelompok Rugby dalam rapat karena menolak peraturan yang melarang penginjakan, penendangan tulang kering dan melarikan/membawa bola. Akhirnya pada tanggal 8 Desember 1863, Rugby resmi mengurdurkan diri dan keduanya berjalan sendiri-sendiri.

Kesempurnaan bermain bola makin mendekati terutama setelah enam tahun Football Association berjalan. Adanya klausul yang melarang setiap pemegangan bolan (bukan hanya melarikan). Dan delapan tahun kemudian anggotanya sudah berjumlah 50 perkumpulan. Dan kompetisi sepak bola yang pertama dimulai di negara Inggris. Pertumbuhan sepak bola melaju terus di seantero jagat. Bahkan tahun 1879 sudah mengenal langkah-langkah sepakbola profesional di Darwin, yaitu dua pemainnya John Love dan Fergus Suter dilaporkan sebagai orang-orang pertama yang menerima bayaran dari bakatnya bermain sepakbola.

Setelah Football Association, segera menyulus di Nederland, the Scottisch FA (1873), The TA of Wales (1875), dan The Irish FA di Belfast, Selandia Baru (1891), Argentina (1893), Chili (1895), Swiss dan Belgia (1895) Italia (1898), Jerman dan Uruguay (1900), Hongaria (1901), dan Finlandia pada tahun 1907.

Pada tahun 1907, berdirilah Federasi sepakbola dunia (FIFA) di Paris. Pelopornya adalah Perancis, Denmark, Nederland, Spanyol, Swedia dan Swiss. Dari tujuh anggota berkembang menjadi 36 pada tahun 1925 dan setelah diselingi Perang Dunia II, perebutan Piala Dunia II sudah diikuti oleh 73 anggota. Dan pada saat ini FIFA mempunyai anggota sebanyak 146.300.000 klub. Tanggal 20 Mei 2004 Asosiasi sepak bola Internasional (FIFA) dalam perayaan ulangtahunnya yang ke-100 secara resmi mengakui bahwa sepak bola berasal dari negeri Tirai Bambu. Tapi Direktur Pengembangan sepak bola Provinsi Zibo itu masih kesal. “Seandainya peraturan sepak bola tak diubah, kami sudah jadi nomor satu di dunia,” katanya.

Cina adalah tanah air sepak bola, selain ilmu pengetahuan, budaya dan kearifan agama. Karena itu, tak heran, jika Rasulullah Muhammad perlu menganjurkan umatnya belajar ke negeri ini.

Di Cina sepak bola sudah dimainkan orang sejak 7.000 tahun yang lalu—sebuah masa yang panjang dari sebuah klaim yang salah. Selama ini orang menganggap sepak bola lahir di Inggris pada abad 19. Para penulis sejarah sepak bola juga seolah keberatan mengakui Cina sebagai negeri yang melahirkan sepak bola. Inggris, dan Eropa pada umumnya, sesungguhnya hanya mengembangkan olahraga ini dari apa yang sudah ditemukan oleh orang-orang Asia Tengah.

Petualang Italia, Marco Polo (1254-1324), mengenalkan sepak bola modern dari Cina dan Jepang sewaktu kembali ke Eropa. Tapi para peneliti masih berdebat apakah petualang itu satu-satunya orang yang berjasa membawa sepak bola ke sana. Sebagian meragukan, sebagian lagi yakin Eropa telah “mencuri” permainan ini dari Asia kuno lewat Marco Polo.


Sepakbola Classic

Catatan tertua tentang sepak bola ditemukan di Cina dari masa Dinasti Tsin (255-206 sebelum Masehi). Manuskrip itu mencurigai, permainan ini diperoleh secara turun-termurun sejak 5.000 tahun sebelumnya. Pada zaman Tsin, permainan yang dinamai tsu chu ini awalnya dipakai untuk melatih fisik para prajurit kerajaan. Kemudian berkembang menjadi permainan yang menyenangkan kendati sulit dilakukan. Pemainnya tak hanya anggota kerajaan tapi juga rakyat di seluruh Cina.

Satu tim terdiri dari enam orang yang berlomba memasukkan bola dari kulit binatang yang diisi rambut ke lubang jaring berdiameter 40 sentimeter. Jaring setinggi 10,5 meter ditancapkan di tengah lapangan yang dikelilingi tembok, mirip lapangan bolavoli di zaman sekarang. Dengan tsu chu orang Cina memahirkan kung fu. Aturan tsu chu sangat sederhana: bola tak boleh disentuh tangan dan tim yang menang adalah mereka yang paling banyak memasukkan bola ke dalam lubang jaring.

Tsu chu yang berarti “menendang bola” lahir dari kepercayaan Cina kuno. Menurut penulis Li You (55-135), bola itu melambangkan bulan yang amat sakral dan dua tim yang berlawanan melambangkan yin dan yang. Angka 12 diambil dari jumlah bulan dalam penanggalan Cina. Permainan ini sudah mengenal wasit. Dia memimpin pertandingan dan menghitung skor.

Legenda menyebutkan anggota kerajaan sangat menggemari permainan ini. Raja-raja sengaja membangun lapangan untuk bermain tsu chu dan mewajibkan sekolah mengajarkan olahraga ini. Karena itu tsu chu cepat populer ke seantero negeri. Pada masa Dinasti Han (206 sebelum Masehi hingga 200 setelah Masehi) ketenaran tsu chu mencapai puncaknya. Dokumen dari tahun 50 sebelum Masehi melaporkan ada pertandingan antara tim Cina dan Jepang di Kyoto. Tak disebutkan berapa skor akhirnya.

Orang Jepang memainkan olahraga ini setelah padagang dan siswa mereka menyambangi Cina. Selain diperkenalkan oleh orang Cina sendiri ketika mendatangi negeri-negeri sekitarnya. Dinasti Cina terkenal sebagai bangsa penjelajah. Orang Jepang mengadopsi tsu chu dengan lebih kreatif. Mereka menamainya kemari. Pemainnya dua sampai 12 orang. Gawangnya berupa dua pohon yang berdiri sejajar. Olahraga ini sangat riuh karena para pemain saling berteriak jika sedang mengendalikan atau akan menendang bola. Setiap pemain tidak dibolehkan menjegal atau melukai lawan.

Kemari mencapai puncak popularitas pada abad 10-16. Di tahun inilah, Marco Polo datang ke sana karena sudah mendengar tentang permainan ini. Peneliti yang meragukan Marco Polo sebagai pembawa sepak bola ke Eropa karena di daratan ini sudah ada permainan bola ratusan tahun sebelum Marco Polo lahir. Hanya saja permainan bola di hampir semua negara Eropa sebelum abad 18 mirip rugbi di zaman sekarang.

Di Yunani bermain bola sudah dikenal 800 tahun sebelum Masehi dengan nama episkyro dan harpastron. Pasukan Romawi yang menyerbu Yunani tahun 146 sebelum Masehi kemudian mengadopsi permainan ini dan menyebarkannya seiring penaklukan wilayah-wilayah Eropa. Kaisar Romawi Julius Caesar tercatat sebagai penggemar harpastrum. Ia memakai permainan ini sebagai olahraga melatih fisik pasukannya. Di Roma, luas lapangan harpastrum menyesuaikan dengan jumlah pemain. Suatu kali harpastrum pernah dimainkan oleh lebih dari 100 orang. Karena itu sepak bola lebih mirip kerusuhan massal.

Penulis Romawi, Horatius Flaccus dan Virgilius Maro menyebut Harpastrum sebagai permainan biadab. Olahraga ini kemudian dilarang di seluruh negeri. Dan sejarah sepak bola Eropa kemudian diwarnai oleh bredel-membredel.

Orang Inggris mulai mengenal sepak bola pada sekitar abad 8. Sama seperti di Romawi, permainan bola di Inggris jauh lebih brutal. Dimainkan di lapangan yang luas atau jalanan berjarak 3-4 kilometer. Raja Edward II menyebut sepak bola sebagai “permainan setan yang dibenci Tuhan.” Ia melarang rakyatnya melakukan olahraga ini pada April 1314, terutama untuk kalangan ningrat. sepak bola dianggap kampungan karena menggunakan tengkorak manusia sebagai bola.

Raja khawatir jika prajurit terlalu sering bermain bola mereka lupa latihan berkuda dan panahan untuk menghadapi pasukan musuh. Raja-raja Inggris berikutnya melanjutkan larangan itu hingga Ratu Elizabeth I (1533-1608).

Dalam buku The Anatomie of Abuses yang ditulis Philip Stubbes tahun 1583 kekerasan itu terekam sangat jelas. “Ratusan orang mati dalam satu pertandingan ini,” tulis Stubbes. Pemain yang selamat banyak yang cedera parah: kalau tak patah kaki, pasti remuk tulang punggung, atau kepala bocor, mata picek dan seterusnya. Stubbes, seorang puritan yang serius, mengkampanyekan larangan sepak bola hingga gereja-gereja turun tangan. Apalagi ketika itu permainan bola dilakukan saat hari minggu Sabath. Orang yang mencuri-curi bermain bola dan ketahuan dimasukkan penjara selama seminggu.

Di Prancis sepak bola juga dilarang. Orang Prancis yang mengenal bola dari tentara Romawi pada 50 sebelum Masehi, juga bermain tanpa aturan dan tanpa batasan jumlah pemain. Akibat larangan itu, sepak bola yang dinamakan soule ini baru kembali dimainkan orang pada abad 12. Tetapi dilarang kembali oleh Raja Felipe V di tahun 1319 yang diteruskan oleh rajaraja Prancis berikutnya.

Kekerasan sepak bola juga terjadi di Amerika Tengah. Suku Indian dan Astek juga sudah memainkan sepak bola ratusan tahun yang lalu. Hanya saja pada suku Astek permainan bola merupakan gabungan dari permainan basket, voli dan sepak bola sekaligus.

Di kalangan orang Indian, sepak bola lebih mirip perang antar suku yang digelar di lapangan maha luas dan berharihari jika skor masih imbang. Dengan pemain setiap tim berjumlah 500 orang, pasuckaukohowog menghasilkan korban yang cedera berbulan-bulan. Sebelum bertanding para pemain melakukan ritual seperti sebelum maju perang. Mereka mengecat tubuh dan wajah dengan gambar tertentu untuk menolak bala.

Sepakbola Modern

Sepak bola mulai modern dan tertib setelah Giovani Bardi dari Italia membukukan serentetan aturan permainan ini tahun 1580. Di Italia, sepak bola disebut calcio. Setahun berikutnya, Richard Mulcaster di Inggris juga melakukan hal serupa. Kepala Sekolah Merchant Taylor’s dan St. Paul itu menyerukan perlunya pembatasan pemain dan wasit. Paparannya dalam buku Position Where in Those Primitive Circumstanes be Examined itu lebih banyak menganjurkan pengurangan kekerasan dan mementingkan aspek kebugaran.

Dua ratus tahun kemudian Joseph Strutt menyempurnakan aturan tersebut. Belajar dari sejarah bola Inggris tahun 1700, ia menulis buku The Sports and Pastimes of The People England. Dalam buku ini ia membuat aturan bahwa sepak bola harus terdiri dari dua tim dengan jumlah pemain sama. Kedua tim harus berebut bola untuk memasukkannya ke gawang lawan yang terpisah oleh jarak 70-90 meter.

Baik Bardi, Mulcaster maupun Strutt, ketiganya menginginkan sepak bola melulu sebagai permainan. Mereka sebenarnya mengadopsi peraturanperaturan sederhana sepak bola yang sudah dipraktikkan di Jepang dan Cina puluhan abad sebelumnya. Dalam World Soccer (1992), Guy Oliver menulis bahwa peraturan dan permainan tsu chu maupun kemari merupakan sumber ilham sepak bola modern.

Mulcaster dijuluki sebagai “pembela sepak bola paling gigih dari abad 16”. Itu karena ia tekun mengkampanyekan sepak bola yang tidak brutal. Permainan ini, katanya, bahkan harus dimainkan oleh perempuan dan anak-anak karena berguna untuk kekuatan dan kebugaran tubuh. Padahal di Cina, menurut pelukis Dinasti Ming, Du Jin, para perempuan sudah bermain tsu chu antara tahun 1465-1509.

Konsep Strutt ini kemudian dijadikan pijakan peraturan sepak bola modern. Pijakan ini mendasari lahirnya Football Association di Inggris pada 26 Oktober 1863 oleh 11 klub sepak bola di sana yang anggotanya terdiri dari para mahasiwa. Awalnya, asosiasi mengatur jumlah pemain satu tim sebanyak 15-21 orang. Pada 1870 jumlah pemain dibakukan menjadi sebelas. Penjaga gawang baru muncul pada 1880.

Dari organisasi ini pulalah lahir istilah soccer, dari singkatan kata association. Charles Wreford Brown, mahasiswa Universitas Oxford, menemukan tak sengaja istilah ini ketika ditanya orang apakah ia seorang pemain rugbi (rugger), olahraga yang lebih terkenal di sana. Brown menjawab, “No, I’am soccer.”

Sedangkan football, meskipun pertama kali disebut dalam larangan- larangan para raja pada abad 17 dengan nama fute-ball, istilah ini semakin populer setelah ditulis dramawan Inggris yang terkenal, William Shakespeare. Dalam King Lear seorang tokohnya mencemooh tokoh lain yang dianggap dungu sebagai “football player”. Shakespeare melanjutkannya ketika menulis Comedy and Errors (adegan II). Istilah ini masih dipakainya untuk mencemooh tokoh yang begerak tak tentu arah.

Tahun 1863 merupakan tonggak sejarah sepak bola modern. Selain ada wasit, luas lapangan dan jumlah pemain yang dibatasi, sepak bola juga hanya memakai kulit binatang yang diisi udara. Permainan ini kemudian menyebar ke negara jajahan Inggris dan berkembang pesat dan kompleks sebagai budaya massa dalam abad modern.

Orang Inggris keliru ketika pada Piala Eropa 1996 memasang spanduk besar-besar dengan bunyi: sepak bola kembali ke tanah leluhurnya. Orang Inggris mengacu pada kelahiran Asosiasi sepak bola (FA) yang baru berusia dua abad itu. Mereka keliru karena sepak bola adalah produk santun kebudayaan Timur.

Sebagai sebuah budaya massa, sepak bola telah menarik minat para ilmuwan dengan pelbagai latar belakang: sosial, ekonomi, politik, filsafat. Victor Matheson dari Departemen Ekonomi William College, Inggris, dalam penelitiannya di tahun 2003 menyimpulkan bahwa klub-klub profesional di Eropa dan Amerika Selatan menyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan kepada negaranya. Setiap klub, dengan perputaran uang triliunan rupiah, setidaknya mempekerjakan 3.000 karyawan. Atau holiganisme di Inggris yang menarik minat para sosiolog dalam meneliti pendukung sebuah kesebelasan.

Para pemikir sudah lama menaruh minat pada olahraga ini. Albert Camus pernah bilang bahwa dirinya berutang kepada sepak bola karena olahraga ini mempertontonkan soal moral dan tanggungjawab. Di masa mudanya, Camus pernah jadi kiper, karena itu ia punya lebih banyak waktu merenungkan pertandingan. Claude Levi- Strauss, Sartre hingga Gramsci juga sudah menulis kajian filsafat sepak bola. Di Australia, pengelola klub menyeleksi pemain dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud.

Karena itu Cao Yang tetap gemas meski Cina sudah diakui sebagai tanah leluhur sepak bola. Ia gemas karena Eropa mampu mencuri permainan ini dan maju dengan itu.

So Let's Play Football..